<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pupuk Organik</title>
	<atom:link href="http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Dec 2011 05:32:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Apa perbedaan antara pembenah tanah organik, pupuk organik dan pupuk hayati ?</title>
		<link>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/6</link>
		<comments>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/6#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 05:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[pembenah tanah organik terdiri atas 2 macam jenis, yang pertama adalah bahan organik yang telah mengalami dekomposisi alami sehingga memiliki kondisi hampir serupa dengan tanah subur atau yang biasa disebut humus, sedangkan jenis kedua adalah bahan mineral yang dapat memperbaiki kondisi tanah (zeolite, phospat &#8230; <a href="http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/6">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>pembenah tanah organik<strong> </strong>terdiri atas 2 macam jenis, yang pertama adalah bahan organik yang telah mengalami dekomposisi alami sehingga memiliki kondisi hampir serupa dengan tanah subur atau yang biasa disebut humus, sedangkan jenis kedua adalah bahan mineral yang dapat memperbaiki kondisi tanah (zeolite, phospat alam, dolomite, bentonite, dll)</em></p>
<p><em>pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan organik (kotoran ternak, sampah, jerami, dll) yang telah melalui proses rekayasa, persyaratan teknis pupuk organik sedikit lebih  “lengkap” dibanding dengan pembenah tanah organik,  walaupun secara fungsi dan manfaat dapat dikatakan tidak terlalu banyak perbedaannya. </em></p>
<p><em>pupuk hayati  adalah pupuk yang memiliki kandungan mikroba, bahkan saat ini telah berkembang dengan adanya penambahan hara mineral dan asam amino dengan jumlah yang tidak menekan pertumbuhan mikroba yang terkandung. Secara luas  pupuk hayati dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis bahan pembawa tertentu sebagai media tinggal/tumbuh dari mikroba yang terkandung. Di pasar komersial,  produk pupuk hayati dengan bahan pembawa padat tidak sebanyak produk pupuk hayati dengan bahan pembawa cair dikarenakan proses pembuatan pupuk hayati padat/granul membutuhkan investasi yang jauh lebih besar dan memiliki tingkat kesulitan  tersendiri dalam proses produksinya. </em></p>
<p><strong>Apa saja syarat  standar kualitas/baku mutu pupuk hayati ?</strong></p>
<p><em>Sampai saat ini syarat baku mutu pupuk hayati di Indonesia hanya terbatas untuk inokulan Rhizobia, </em><em>sedangkan baku mutu untuk pupuk hayati majemuk (pupuk hayati yang memiliki lebih dari  1 strain mikroba) belum ditentukan secara peraturan Permentan. Baku mutu pupuk hayati merupakan syarat yang harus dipenuhi agar fungsi mikroba yang terkandung dapat memberikan pengaruh positif  terhadap tanaman.</em></p>
<p><em>Yang perlu diperhatikan untuk menentukan mutu sebuah produk pupuk hayati adalah :<br />
1. Jumlah populasi mikroba,<br />
2. Keefektifan mikroba,<br />
3. Bahan pembawa.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/6/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KESIAPAN PETANI MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK</title>
		<link>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/4</link>
		<comments>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/4#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 05:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan pupuk organik yang dilupakan oleh petani sejak penerapan teknologi revolusi hijau pada tahun 1970-an, mulai digalakkan kembali oleh Kementerian Pertanian dan Pemprov/Pemkab, sejak tahun 2007. Program Kementerian Pertanian untuk memasyarakatkan pemakaian pupuk organik diwujudkan berupa bantuan APPO, RPPO, Bantuan &#8230; <a href="http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/4">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Penggunaan pupuk organik yang dilupakan oleh petani sejak penerapan teknologi revolusi hijau pada tahun 1970-an, mulai digalakkan kembali oleh Kementerian Pertanian dan Pemprov/Pemkab, sejak tahun 2007.</p>
<div align="justify">Program Kementerian Pertanian untuk memasyarakatkan pemakaian pupuk organik diwujudkan berupa bantuan APPO, RPPO, Bantuan Langsung Pupuk Organik Granul/Cair (BLPOG-BLPOC), subsidi harga pupuk organik, dan pelatihan-penyuluhan penggunaannya. Untuk keberlanjutan penggunaan pupuk organik, petani harus mampu menyediakan sendiri kompos, agar pengangkutannya tidak jauh dari sawah petani.</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Ketersediaan bahan pupuk organik dan kesiapan petani untuk menggunakan pupuk organik telah diteliti pada tahun 2010, menggunakan metode survei, di Jawa Barat (empat kabupaten), Jawa Tengah (3 kab.) dan Jawa Timur (3 kab.) dengan responden total 63 kelompok tani (Keltan).</div>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Tujuan penelitian adalah mendapatkan informasi tentang: pemahaman petani akan manfaat pupuk organik (PO); penguasaan teknik pembuatan kompos; ketersediaan bahan organik untuk pembuatan PO; hambatan penggunaan PO; dan untuk merumuskan saran kebijakan dalam pemasyarakatan PO.</p>
<div align="justify"> Sebagian besar anggota kelompok tani (Keltan) memahami manfaat PO secara empiris, yang disebutkannya: tanah lebih subur dan mudah dilumpurkan; tanaman padi lebih subur dan daun lebih hijau; hasil lebih tinggi dan gabah lebih berbobot; sebagian anggota Keltan juga menyebutkan tanaman padi lebih tahan terhadap hama-penyakit. Anggota Keltan yang aktif membuat PO masih rendah, di Jawa Barat rata-rata: 23%; Jawa Tengah: 15%; dan Jawa Timur: 40%.</div>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">PO yang dibuat juga belum mencukupi dosis yang dianjurkan, yaitu di Jabar rata-rata hanya 0,42 t/ha (15% dari dosis anjuran); Jateng: 0,40 t/ha (20%); Jawa Timur: 1,2 t/ha (48%). Rata-rata 3 provinsi aplikasi PO adalah 0,7 t/ha/musim atau baru mencapai 27% dosis anjuran. Seluruh responden anggota Keltan belum ada yang mengetahui berapa kandungan hara N, P dan K dalam PO.</p>
<div align="justify"> Ketersediaan bahan <a href="http://pupukorganik.seragam-sekolah.org">organik</a> untuk pembuatan PO di rumah tangga petani sangat sedikit, di Jawa Barat rata-rata anggota Keltan ketersediaan kotoran hewan (kohe) 0,95 t/ha/tahun; hijauan pekarangan 1,80 t/ha/th; di Jawa Tengah kohe 0,94 t/ha/th; hijauan pekarangan 1,40 t/ha/th; di Jawa Timur, kohe 3,0 t/ha/th; dan hijauan pekarangan 1,1 t/ha/th. Hanya kohe yang digunakan untuk pembuatan kompos sebagai PO, sedangkan hijauan dari pekarangan tidak digunakan untuk pembuatan kompos atau untuk PO.(sinartani)</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/4/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/1</link>
		<comments>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/1#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 02:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupukorganik.seragam-sekolah.org//?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupukorganik.seragam-sekolah.org/archives/1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

